yanz-haber

yanz-haber
-“Orang Goblok sulit dapat kerja, akhirnya usaha sendiri. Ketika sukses, orang goblok mempekerjakan orang pintar”-(Bob Sadino)
Parni Hadi : Wartawan ialah Pewaris Nabi

Parni Hadi : Wartawan ialah Pewaris Nabi


Wartawan senior Parni Hadi menyampaikan materi dalam kuliah umum di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Selasa (23/2). Parni yang juga pendiri Dompet Dhuafa memaparkan tentang strategi pengembangan media massa islam di Indonesia. (Muhamad Fahmi).

Dalam rangka Dies Natalis UIN Bandung ke-48, Fakultas Dakwah dan Komunikasi gelar studium general (kuliah umum), sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama antara UIN Bandung dengan Yayasan Dompet Dhuafa di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Selasa (23/4). Lanjutkan
Blue Bird Akibat Mogok, Netizen: Kini Berubah Jadi Angry Bird

Blue Bird Akibat Mogok, Netizen: Kini Berubah Jadi Angry Bird


Jakarta- Demonstrasi ribuan pengemudi angkutan umum digelar di sejumlah lokasi di Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Mereka berkumpul di Bundaran HI pada pukul 08.00 WIB dan berniat melakukan longmarch menuju Istana Negara, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan, Balai Kota DKI Jakarta.

Para pengemudi mendesak pemerintah untuk menghentikan operasi perusahaan taksi berbasis aplikasi online. 

Aksi sejumlah pengemudi taksi, termasuk grup Blue Bird terjadi di beberapa lokasi saat menuju kawasan Bundaran HI Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Di kawasan Tugu Tani tampak sejumlah pengemudi memperlambat laju kendaraan dan berkendara beriringan. 

Di sekitar pusat belanja Sarinah Jalan Thamrin sudah tampak deretan mobil Taksi Blue Bird memenuhi jalan. 

Aksi pengendara angkutan umum menjadi sorotan netizen di dunia maya. 

Kata kunci Blue Bird menjadi trending topic, deretan terpopuler di jejaring media sosial Twitter sekitar pukul 10.00 WIB.

"Dari Blue Bird, hari ini berubah jadi Angry Bird. Bhay!," tulis akun @AgnesMarlita.

‏"blue bird turns into angry bird lol..." tulis akun ‏@simhanse.

Netizen memajang foto, mengabarkan situasi terkini, beropini hingga menjawab cuitan akun @BlueBird di Twitter. 

"Demo hari ini nampaknya bikin Blue Bird diserang. Ntar pas gue nongol ngiklanin Aplikasinya Blue Bird, pada sebel ga ya sama gue," tulis akun @pandji milik presenter kocak Pandji Pragiwaksono. 

"Terkait dengan isu yang beredar, kami memastikan bahwa Blue Bird akan tetap beroperasi dan melayani penumpang seperti biasa. Terima kasih," tulis akun @Bluebirdgroup.

Akun tersebut sudah diikuti oleh 147 ribu pengguna Twitter dan sudah mendapat tanda verifikasi resmi dari Twitter.

Seorang netizen di akun @ahmad_deza menulis, "Admin cuma di kantor doang ya? Tadi pagi ada blue bird yg penumpangnya diturunkan paksa pendemo di Jl. Dr. Wahidin."

Jurnalistik



1. Pengertian Jurnalistik

Definisi jurnalistik sangat banyak. Namun pada hakekatnya sama, para tokoh komuniikasi atau tokoh jurnalistik mendefinisikan berbeda-beda. Jurnalistik secara harfiah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian.

Istilah jurnalistik erat kaitannya dengan istilah pers dan komunikasi massa. Jurnalistik adalah seperangkat atau suatu alat madia massa. Pengertian jurnalistik dari berbagai literature dapat dikaji definisi jurnalistik yang jumlahnya begitu banyak. Namun jurnalistik mempunyai fungsi sebagai pengelolaan laporan harian yang menarik minat khalayak, mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat mengenai apa saja yang terjadi di dunia. Apapun yang terjadi baik peristiwa factual (fact) atau pendapat seseorang (opini), untuk menjadi sebuah berita kepada khalayak.

Jurnalistik adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaopran setiap hari. Jadi jurnalistik bukan pers, bukan media massa. Menurut kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis surat kabar, majalah, atau berkala lainnya.

Untuk lebih jelasnya apa yang dimaksud dengan jurnalistik, dibawah ini adalah definisi dari para tokoh tentang jurnalistik seperti yang di rangkum oleh Kasman dalam bukunya bahwa jurnalistik adalah:


F. Fraser Bond dalam bukunya An Introduction to Journalism menyatakan: “Journalism ambraces all the forms in which and trough wich the news and moment on the news reach the public”. Jurnalistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati.

M. Djen Amar, jurnalistik adalah usaha memproduksi kata-kata dan gambar-gambar yang dihubungkan dengan proses transfer ide atau gagasan dengan bentuk suara, inilah cikal bakal makna jurnalistik sederhana. Pengertian menurut Amar juga dijelaskan pada Sumadiria. Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya.

M. Ridwan, adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuki pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. Selain bersifat ketrampilan praktis, jurnalistik merupakan seni.

Onong U. Effendi, jurnalistik adalah teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak. Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja.

Adinegoro, jurnalistik adalah semacam kepandaian karang-mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya. Sedang menurut Summanang, mengutarakan lebih singkat lagi, jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan.

Dalam buku Jurnalistik Indonesia karya Sumadiria juga mengungkapkan pengertian beberapa tokoh antara lain; F.Fraser Bond, Roland E. Wolseley, Adinegoro, Astrid S. Susanto, Onong U. Effendi, Djen Amar, Erik Hodgins, Kustadi Suhandang, dan bahkan penulis itu sendir Haris Sumadiria.

Roland E. Wolseley dalam Understanding Magazines (1969:3), jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran.

Astrid S. Susanto, jurnalistik adalah kegiatan pencatatan dan atau pelaporan serta penyebaran tentang kejadian sehari-hari.

Erik Hodgins (Redaktur Majalah Time), jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan.

Haris Sumadiria, pengertian secara teknis, jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.

Dalam buku Kustadi Suhandang, juga terdapa satu pakar lagi yang mendefinisikan pengertian jurnalistik, yaitu A.W. Widjaya, menyebutkan bahwa jurnalistik merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun ulasannya mengenai berbagai peritiwaatau kejadian sehari-hari yang aktualdan factual dalam waktu yang secepat-cepatnya. Sedang menurut Kustadi Suhandang sendiri Kustadi, jurnalistik adalah seni atau ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya.

Menurut A.Muis dan Edwin Emery yaitu; A.Muis (pakar hukum komunikasi) mengatakan bahwa definisi tentang jurnalistik cukup banyak. Namun dari definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan secara umum. Semua definisi juranlistik memasukan unsur media massa, penulisan berita, dan waktu yang tertentu (aktualitas). Menurut Edwin Emery juga sama mengatakan dalam jurnalistik selalu harus ada unsur kesegaran waktu (timeliness atau aktualitas). Dan Emery menambahkan bahwa seorang jurnalis memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi jurnalis adalah melaporkan berita. Kedua, membuat interpretasi dan memberikan pendapat yang didasarkan pada beritanya.

Menurut Ensiklopedi Indonesia, jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran dan pengkajian) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.

Sumadiria juga menambahkan bahwa jurnalistik dalam Leksikon Komunikasi dirumuskan, jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita dan karangan utuk surat kabar, majalah, dan media massa lainnya seperti radio dan televisi.

2. Ruang Lingkup Jurnalistik

Ruang lingkup jurnalistik sama saja dengan ruang lingkup pers. Dalam garis besar jurnalistik Palapah dan Syamsudin dalam diktat membagi ruang lingkup jurnalistik ke dalam dua bagian, yaitu : news dan views (Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”).

News dapat dibagi menjadi menjadi dua bagian besar, yaitu :

1. Stainght news, yang terdiri dari :

    a. Matter of fact news

    b. Interpretative report

    c. Reportage

2. Feature news, yang terdiri dari :

     a. Human interest features

     b. Historical features

     c. Biographical and persomality features

     d. Travel features

     e. Scientifict features

Views dapat dibagi kedalam beberapa bagian yaitu :

1. Editorial

2. Special article

3. Colomum

4. Feature article

3. Sejarah Jurnalistik

Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja. Itu terbukti pada Acta Diurna sebagai produk jurnalistik pertama pada zaman Romawi Kuno, ketika kaisar Julius Caesar berkuasa.

Sekilas tentang pengertian dan perkembangan jurnalistik, Assegaff sedikit menceritakan sedikit sejarah. Bahwa jurnalistik berasal dari kata Acta Diurna, yang terbit di zaman Romawi, dimana berita-berita dan pengumuman ditempelkanatau dipasang di pusat kota yang di kala itu disebut Forum Romanum. Namun asal kata jurnalistik adalah “Journal” atau “Du jour” yang berarti hari, di mana segala berita atau warta sehari itu termuat dalam lembaran tercetak. Karena kemajuan teknologi dan ditemukannyapencetakan surat kabar dengan system silinder (rotasi), maka istilah “pers muncul”, sehingga orang lalu mensenadakan istilah “jurnalistik” dengan “pers”.

Sejarah yang pasti tentang jurnalistik tidak begitu jelas sumbernya, namun yang pasti jurnaliatik pada dasarnya sama yaitu diartikan sebagai laporan. Dan dari pengertian ada beberapa versi. Kalau dalam dari sejarah Islam cikal bakal jurnalistik yang pertama kali didunia adalah pada zaman Nabi Nuh.

Suhandang dalam bukunya juga menerangkan sejarah Nabi Nuh teerutama dalam menyinggung tentang kejurnalistikan. Dikisahkan bahwa pada waktu itu sebelum Allah SWT menurunkan banjir yang sangat hebatkepada kaum yang kafir, maka datanglah maiakat utusan Allah SWT kepada Nabi Nuh agar ia memberitahukan cara membuat kapal sampai selesai. Kapal yang akan dibuatnya sebagai alat untuk evakuasi Nabi Nuh beserta sanak keluarganya, seluruh pengikutnya yang shaleh dan segala macam hewan masing-masing satu pasang. Tidak lama kamudian, seusainya Nabi Nuh membuat kapal, hujan lebat pun turun berhari-hari tiada hentinya. Demikian pula angin dan badai tiada henti, menghancurkan segala apa yang ada di dunia kecuali kapal Nabi Nuh. Dunia pun dengan cepat menjadi lautan yang sangat besar dan luas. Saat itu Nabi Nuh bersama oranng-orang yang beriman lainnya dan hewan-hewan itu telah naik kapal, dan berlayar dengan selamat diatas gelombang lautan banjir yang sangat dahsyat.

Hari larut berganti malam, hingga hari berganti hari, minggu berganti minggu. Namun air tetap menggenang dalam, seakan-akan tidak berubah sejak semula. Sementara itu Nabi Nuh beserta lainnya yang ada dikapal mulai khawatir dan gelisah karena persediaan makanan mulai menipis. Masing-masing penumpang pun mulai bertanya-tanya, apakah air bah itu memang tyidak berubah atau bagaimana? Hanya kepastian tentang hal itu saja rupanya yang bisa menetramkan karisuan hati mereka. Dengan menngetahui situasi dan kondisi itu mereka mengharapkan dapat memperoleh landasan berfikir untuk melakukan tindak lanjut dalam menghadapi penderitaanya, terutama dalam melakukan penghematan yang cermat. Guna memenuhi keperluan dan keinginan para penumpang kapalnya itu Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk meneliti keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Setelah beberapa lama burung itu terbang mengamati keadaan air, dan kian kemari mencari makanan, tetapi sia-sia belaka. Burung dara itu hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun (olijf) yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun di patuknya dan dibawanya pulang ke kapal. Atas datangnya kembali burung itu dengan membawa ranting zaitun. Nabi Nuh mengambil kesimpulan bahwa air bah sudah mulai surut, namun seluruh permukaan bumi masih tertutup air, sehingga burung dara itu pun tidak menemukan tempat untuk istirahat demikianlah kabar dan berita itu disampaikan kepada seluruh anggota penumpangnya. Atas dasar fakta tersebut, para ahli sejarah menamakan Nabi Nuh sebagai seorang pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) yang pertama kali di dunia. Bahkan sejalan dengan teknik-teknik dan caranya mencari serta menyiarkan kabar (warta berita di zaman sekarang dengan lembaga kantor beritannya). Mereka menunjukan bahwa sesungguhnya kantor berita yang pertama di dunia adalah Kapal Nabi Nuh.

Data selanjutnya diperolah para ahli sejarah negara Romawi pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi (Imam Agung) mencatat segala kejadian penting yang diketahuinya pada annals (papan tulis yang digantungkan di serambi rumahnya). Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.

Pengumuman sejenis itu dilanjutkan oleh Julius Caesar pada zaman kejayaannya. Caesar mengumumkan hasil persidangan senat, berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya, dengan jalan menuliskannya pada papan pengumuman berupa papan tulis pada masa itu. (60 SM) dikenal dengan acta diurna dan diletakkan di Forum Romanum (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum. Terhadap isi acta diurna tersebut setiap orang boleh membacanya, bahkan juga boleh mengutipnya untuk kemudian disebarluaskan dan dikabarkan ke tempat lain.

Baik hikayat Nabi Nuh menurut keterangan Flavius Josephus maupun munculnya acta diurna belum merupakan suatu penyiaran atau penerbitan sebagai harian, akan tetapi jelas terlihat merupakan gejala awal perkembangan jurnalistik. Dari kejadian tersenut dapat kita ketahui adanya suatu kegiatanyang mempunyai prinsip-prinsip komunikasi massa pada umumnya dan kejuruan jurnalistik pada khususnya. Karena itu tidak heran kalau Nabi Nuh dikenal sebagai wartawan pertama di dunia. Demikian pula acta diurna sebagai cikal bakal lahirnya surat kabar harian.

Seiring kemajuan teknologi informasi maka yang bermula dari laporan harian maka tercetak manjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang ke media elektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio. Tidak cukup dengan radio yang hanya berupa suara muncul pula terobosan baru berupa media audio visual yaitu TV (televisi). Media informasi tidak puas hanya dengan televisi, lahirlah berupa internet, sebagai jaringan yang bebas dan tidak terbatas. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi telah melahirkan banyak media (multimedia).



DAFTAR PUSTAKA
Assegaff, 1982, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, Jakarta, Ghalia Indonesia.
Muis, A. 1999, Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Jakarta: PT. Dharu Annutama.
Kasman, Suf. 2004, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta, Penerbit Teraju
Romli, Asep Syamsul M. 2005, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press
Suhandang, Kustadi. 2004, Penngantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung, Penerbit Nuansa.
Sumadiria, AS Haris. 2005, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media.
Palapah dan Syamsudin. 1994, Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”
[1] Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press, 2005, hlm. 01.
[2] Suf Kasman, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta, Penerbit Teraju, 2004, hlm. 22-23
[3] AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 02
[4] Ibid hal, hlm. 03.
[5] Op.cit, Suf Kasman, hlm. 23-24.
[6] AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 2-3
[7] A. Muis, Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Jakarta: PT. Dharu Annutama. 1999, hlm. 24-25
[8] AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hlm. 02.
[9] Ibid.
[10] Suf Kasman, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an, Jakarta:Penerbit Teraju, 2004, hlm. 23.
[11] Assegaff, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, Jakarta:Ghalia Indonesia, 1982, 9-10.
[12] Suhandang, Kustadi., Pengantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung:Penerbit Nuansa, 2004, hlm. 25-26.
New Pallapa Best Lilin Vs Tasya Vol 2 2015

New Pallapa Best Lilin Vs Tasya Vol 2 2015


  • Album New Pallapa Best Lilin Vs Tasya Vol 2
  • Artis Lilin Herlina, Tasya
  • Orkes OM New Pallapa
  • Produksi Perdana Record
  • Genre Dangdut Koplo
  • Tahun 2015
  • Format mp3 Stereo
  • Berkas MPEG layer 3 audio 192 kbps / 48.0 KHz
Download New Pallapa Best Lilin Vs Tasya Vol 2 2015
1.Ratapan Anak Tiri - Tasya (7,9MB)
2.Bawang Merah - Lilin Herlina (8,7MB)
3.Cinta Dan Air Mata - Tasya (5,9MB)
4.Kunang-Kunang - Lilin Herlina (4,8MB)
5.Maafkanlah - Tasya (5,8 MB)
6.Apa Daya - Lilin Herlina (6,4MB)
7.Bukan Jodohku - Tasya (6,8MB)
8.Cukup Sekali - Lilin Herlina (5,5MB)
9.Sedih - Tasya (7,3MB)
10.Karena Dia - Lilin Herlina (4,2MB)
11.Hanya Untukmu - Lilin Herlina (3,9MB)
LA Sonata Religi 2015

LA Sonata Religi 2015


  • Album LA Sonata Religi 2015
  • Artis Vivi Antika, Maqdalena, Ussy Thalita
  • Orkes OM LA Sonata
  • Produksi Aglies Jaya Record
  • Genre Dangdut Religi
  • Tahun 2015
  • Format mp3 Stereo
  • Berkas MPEG layer 3 audio 192 kbps / 48.0 KHz
Download LA Sonata Religi 2015
1.Turi Putih - Vivi Antika (9,6MB)
2.Kisah Rosul - Maqdalena (11,8MB)
3.Cahaya Hati - Elly (5.9MB)
4.Pepali Ki Ageng - Anggi Adista(8,6MB)
5.Ya Rasulalloh Ya Habiballoh - Nabila Feat Elly (8,1MB)
6.Pepiling - Aries Aglies (6,1MB)
7.Ya Badrotim - Ussy Thalita (8,7MB)
8.Eling-Eling - Maqdalena (7,7MB)
9.Sholawat Anti narkoba - Aries Aglies (7,0MB)
10.Tombo Ati - Anggi Adista (6,2)
11.Ya Toyibah - Ussy Thalita (5,6)
12.Kereto Jowo - Vivi Antika (9,3)
Wisata Kabupaten Majalengka

Wisata Kabupaten Majalengka

Kabupaten Majalengka adalah salah satu dari 18 kabupaten di Jawa Barat, Indonesia. Kondisi geografis Kabupaten Majalengka wilayah bagian utara berupa dataran rendah, sedangkan wilayah bagian selatan berupa pegunungan membuat daerah ini kaya akan potensi wisata alam khas pegunungan, diantaranya berupa air terjun/curug, bendungan, situ, talaga, dan lainnya. Selain itu Majalengka juga memiliki beberapa daya tarik wisata kuliner dan makanan khas daerah. Berikut daftar tempat wisata di Majalengka yang menarik untuk dikunjungi.

1. Agro Batu Luhur
Merupakan salah satu tempat wisata alam yang memiliki keunikan dan juga fasilitas permainan dan perkemahan yang bisa dilakukan bersama keluarga. Lokasi objek wisata Agro Batu Luhur terletak di desa Jerukleueut, kecamatan Sindangwangi. Jarak yang harus ditempuh dari pusat Kota Majalengka untuk menuju objek ini yaitu + 22 km. Akses menuju objek pada saat ini sudah cukup baik dengan kondisi jalan yang sudah diaspal, tetapi masih minim angkutan umum.

 

2. Air Terjun Cibali
Lokasinya berjarak +/- 39 km dari pusat kota Majalengka, tepatnya terletak di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul. Air terjun Cibali merupakan salah satu dari curug yang terkenal di Majalengka, Cirebon. Lepaskan penat sejenak dengan deburan gemericik air curug Cibali. 

3. Air Terjun Cilutung
Merupakan salah satu obyek wisata dari Majalengka yang belum terkenal dan belum dikelola dengan baik. Namun, keindahan dari curug ini sangat luar biasa indahnya sehingga memiliki potensi bila dikembangkan. Air Terjun Cilutung terletak di Desa Campaga, Kec. Talaga. Jarak dari pusat Kota Majalengka sekitar 28 km.  

4. Bendungan Rentang
Salah satu bendungan terbesar di Jawa Barat dan menjadi salah satu tempat wisata murah favorit bagi warga sekitar Majalengka. Bendungan Rentang merupakan kawasan irigasi dengan luas +/- 12 ha yang terletak 30km dari pusat kota Majalengka, tepatnya di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh.

Teori Komunikasi Massa

a.    Teori Peluru (Bullet  Theory)
Dijelaskan dalam teori peluru ini media dianggap sebagai orang yang lebih pinter dibandingkan khalayakbisa dikelabui sedemikian rupa dari apa yang disiarkan oleh media. Sehingga teori peluru ini sama dengan teori IPS ( ilmu pengetahuan sosial) yang dmana setiap pesan media yang disampaikan oleh media akan berdampak dan menimbulkan sebab akibat. Contohnya: Adanya adegan bergenre action seperti film naruto atau film-film lainna,yang banyak adegan actionnya, sehingga hal ini berpengaruh terhadap perilaku-perilaku anak-anak dalam kehidaupan sehari-harinya. Apabila mereka berkelahi tak jarang mereka meniru atau melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakuakan oleh artis atau aktornya dalam film tersebut.

b.    Teori Kulivasi (Cultivaction Theory)
Suatu teori tentang nilai-nilai yang disalurkan ketelevisi-televisi di masing-masing rumah dan khalayak. Khalayak tersebut menganggap  bahwa apa yang disampaikan oleh media itu sesuai dengan apa yang terjadi di dalam masyarakat atau kehidupan pada nyatanya. Penjelasan tersebut berkaitan dengan teori IPS, mengapa? Karena menjelaskan dampak sosial dan nilai sosial yang menjadi sebab akibat khalayak terpengaruh oleh media.

c.     Teori Imperialisme Budaya (Cultural Imerialism Theory)
Dalam teori ini dijelaskan bahwa media barat lebih mendominasi acara-acara di dalam televisi swasta di Indonesia, sehingga media massa yang ada di Indonesia meniru atau terpengaruh oleh media asing. Hal ini berdampak terhadap budaya yang ada di Indonesia yang sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam teori kultural, yang dimana media mempengaruhi budaya atau menciptakan budaya baru.

d.    Teori Persamaan Media (Media Equation Theory)
Dimana khalayak atau manusia menganggap media sebagai orang, ada sebuah tayangan yang sedih, dia justru merasa senang atau justru merasa marah, sebagai contohnya kasus Nenek Minah yang dijatuhi hukuman kurungan 1,5 bulan penjara akibat perbuatannya memungut biji coklat. Seakan-akan teori persamaan media ini berkaitan dengan teori common sense (Akal Sehat), bahwa pengetahuan atau gagasan yang dimiliki oleh setiap orang pada kadarnya berbeda-beda.

e.    Teori Keheningan (Spiral Of Silence Theory)
Didalam teori ini manusia lebih berasumsi pada mayoritas dan menekan minoritas. Mereka yang berada dipihak minoritas akan beranggapan kurang tegas dalam mengemukakan pandangannya. Seseorang yang sering merasa perlu menyembunyikan sesuatunya ketika berada dalam kelompok mayoritas. Sebaliknya,mereka yang berada dipihak mayoritas akan merasa percaya diri dengan pengaruh dari pada dengan mereka dan terdorong untuk menyampaikannya kepada orang lain. Dengan demikian maka teori keheningan ini berkaitan dengan teori keritik, dimana manusia lebih memilih kedamaian dan kebebasan dalam sebuah golongan atau kelompok.

f.      Teori Pengharapan Nilai (The Expectancy Value Theory)
Menurut teori pengharapan nilai ini, khalayak mengharapkan tayangan televisi yang menghibur seperti acara OVJ, yang membuat khalayak terhibur dari segi comedi, bila tidak maka khalayak akan meninggalkannya sesuai dengan teori praktis, jika dibutuhkan maka khalayak akan menontonnya atau mengkomsumsinya, jika tidak maka khalayak akan meninggalkannya.

g.    Teori Jarum Suntik (Hypodermic Needle Theory)
Teori ini merupakan teori yang dapat membuat manusia atau khalayak terpengaruh perilakunya dengan beritanya maupun iklan, sehingga dapat juga dijelaskan oleh teori  IPS ini dimana sebab akibat media itu. Contohnya: Perang antara Amerika Serikat dan Spanyol pada tahun 1898, merupakan kejadian yang didorong oleh koran yang diterbitkan oleh William Randolph Hearst. Koran yang memberitakan tenggelamnya kapal peang Amerika Serikat yang bernama Maine, di Havana Harbor merupakan ulah tentara Spanyol dengan sangat besar dan terkesan berlebihan, sehingga perangpun tidak dapat terhindarkan, dan kapal perang Amerika Serikat yang tenggelam tersebut bukanlah karena tentara spanyol.

h.    Teori Ketergantungan (Dependency Theory)
Teori ini menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media, untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut akan menjadi semakin penting atu perkasa untuk orang tersebut. Contohnya: Bila anda menyukai gosip, anda akan membeli tabloid gosip, dibandingkan dengan membeli koran kompas. Oleh karena itu maka teori berkaitan dengan teori praktis, yang dimana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa kebutuhan khalayak atau pemirsa akan kebutuhan media sangat kergantungan atau membutuhkan.

i.      Teori Perbedaan Individu (Individual Differences Theory)
Teori ini menjelaskan bahwa setiap individu dengan individu yang lainnya berbeda dari segi pengetahuannya atau pengalamanya. Psikologisnya, biologisnya pun berbeda dari lingkungan yang di pelajarinya itu. Maka mereka menghendaki seperangkat sikap, nilai, dan kepercayaan yang merupakan tataran psikologis masing-masing pribadi yang membedakannya dari yang lainnya. Sama dengan teori common sense atau akal sehat dimana individu mempunyai penetahuan dan rasionlitas yang berbeda-beda pada asumsi tertentu.

j.      Teori Hubungan Sosial (Social Relationship Theory)
Dimana didalam teori ini menjalaskan orang lebih banyak mendapatkan informasi dari media, lewat orang lain, dengan hubungan interaksi sosial, dibandingkan melalui media. Maka dari penjelasan tersbut dapat dikaitkan dengan teori praktis, dimana dalam teori paraktis ini manusia lebih membutuhkan informasi–informasi, jika dibutuhkan. Contohnya seperti kaum awam yang dikunjungi oleh beberapa Da’i yang mana tidak mengetahui ajaran-ajaran apapun lalu diberikan informasi oleh Da’i-da’i tersebut berupa ajaran-ajaran islam kemudian ajaran tersebut diterima oleh kaum awam.

k.    Teori Pembelajran Sosial (Social Learning Theory)
Dijelaskan dalam teori pembelajaran sosial ini, khlayak atau pemirsa meniru apa yang mereka lihat dari televisi, melalui suatu proses pembelajran sosial tersebut. Hasil dari pembelajran tersebut dijadikan ilmu. Dengan demikian maka teori ini berkaitan dengan teori IPS, dimana dalam teori IPS ini, dijelaskan sebab akibat dari pembelajaran tersebut dalam tayangan televisi.

l.      Teori Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance Theory)
Suatu teori yang menjelaskan ketidaknyamana seseorang yang diakibatkan oleh sikap, pemikiran, dan perilaku yang tidak konsisten dan memotivasi, seseorang untuk menggambil langkah demi mengurangi ketidak nyamanan tersebut. Contohnya secara logis, kain yang bersentuhan dengan api tidak terbakar, maka saat itu terjadii disonansi kognitif dalam diri kita, sama dengan dengan teori akal sehat dimana dalam teori akal sehat ini, manusia menggap benda itu tidak sesuai dengan kadar akal tertentu atau tidak rasionalitas.

m.  Teori Penggunaan Dan Pemenuhan Kepuasaan (Uses And Gratification)
Teori uses and gratification ini berkaitan dengan teori praktis,dimana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa khalayak sangat membutuhkan kegunaan tayangan sepakbola saat musim Liga Bola, untuk memenuhi kepuasaan akan media tersebut, dengan demikian maka, tayangan yang lain akan dilupakan dan dipindahkan ketayangan sepak bola tersebut.

n.    Teori Penentu Agenda (Agenda Setting Theory)
Teori agenda setting ini beraitan dengan teori kritis,dimana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa setiap media dianggap penting oleh khalayak untuk penentuan kebenaran informasi kedalam agenda publik, sehingga kehadiran media bisa mempengaruhi hukum pemerintahan. Contohnya seperti pemilihan presiden 2014, maka media televisi akan digunakan sebagai media kampanye atau politik,dalam penentu agenda publinya sangat kuat.

o.    Teori Determinisme Teknologi (Technological Determinism Theory)
Dalam teori ini dijelaskan perubahan media teknologi informasi sangat penting bagi kehidupan manusia dijaman sekarang ini, maka teori ini juga berakitan dengan teori akal sehat dimana media dianggap benda hidup. Contohnya seperti fenomena munculnya smartphone yang sedang marak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini.

p.    Teori Nilai Budaya (Culturlal Norm Theory)
Dalam teori nilai budaya ini media sangat mendukung nilai-nilai budaya yang ada di dalam masyarakat,melalui media yang ditayangkan didalam televisi,yang dimana pesan-pesan yang disampaikan media massa memperkuat budaya yang sudah ada. Hal ini berkaitan dengan teori normative, dimana, dalam teori normative ini budaya yang sudah luntur akan  menjadi hidup kembali. Contohnya acara pertunjukan wayang golek yang ditayangkan ditelevisi terbukti telah memberikan tempat pada budaya tersebut untuk diapresiasikan oleh masyarakat. 

q.    Teori Difusi Inovasi
Teori defusi inovasi berkaitan dengan teori kultural,mengapa saling berkaitan? Karena didalam teori ini menjelaskan suatu ide atau teknologi baru yang dikomunikasikan melalaui saluran-saluran teelevisi kemasing-masing televisi diseluruh dunia dengan jangka waktu yang ditentukan dalam sebuah kebudayaan atau sisitem sosial. Dengan demikian maka hal ini mempengaruhi kebudayaan, bahkan membuat atau menciptakan kebudayaan baru.

r.     Teori Kontruksi Sosial (Social Construction Theory)
Dimana dalam teori ini dijelaskan bahwa media dapat menghasilkan atau bahkan menciptakan kontruksi sosial, seolah-olah film itu kehidupan sosial, padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Maka teori tersebut berkaitan dengan teori common sense atau akal sehat, dimana media itu dianggap hidup, padahal sebaliknya, tidak rasionalitas. Contohnya sinetron FTV di SCTV “CINTA KU DI DANAU CIPULE”.

s.     Teori Media Klasik
Suatu media yang mempunyai ciri khas yang menonjol dalam penggunaan membiaskan massa historis apapun, mengikat waktu, dan mengikat ruang, dimana media tersebut sebagai sebuah pikiran manusia yang diciptakan untuk memaksakan manusia dikuasai oleh manusia media. Teori ini juga berkaitan dengan teori kritis, dimana media dijadikan alat untuk kepentingan hiburan, politik, informasi, intertaiment dan sebaginya Contohnya aktor Lee Min Ho, kini begitu di puja oleh masyarakat Indonesia khususnya para wanita. Ini merupakan akibat campur tangan media yang selalu memperlihatkan dan menyorot kehidupan dan prestasi yang diraih oleh lee min ho, sehingga khalayak mengetahui semua tentang lee min ho.

t.      Teori Media Baru
Teori ini berpendapat bahwa gambaran  media bukan dalam bentuk informasi, interaksi, atau penyebarannya, tetapi dalam bentuk ritual atau bagaimana manusia menggunakan media sebagai cara menciptakan masyarakat dengan menyatukan masyarakat dalam bentuk rasa saling memiliki. Hal ini berkaitan dengan teori kritis dimana media sangat mempunyai peran penting bagi Nasionalisme masyarakat. Contohnya kekalahan Indonesia atas Malaysia dalam pertandingan bola beberapa waktu yang lalu membuat Indonesia semakin gencar dalam mempertahankan nasionalismenya, terlebih masalah antara kedua negara ini yang telah disorot oleh media tidak hanya satu, mulai dari batik, tari pendet, dan lain-lain.
Back To Top